Tampilkan postingan dengan label KIMIA XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA XI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2020

SOAL UTS KIMIA KELAS XI IPA 1, 2, DAN 3

 SOAL UTS KIMIA KLIK LINK DIBAWAH INI

LINK SOAL UTS KIMIA

Minggu, 27 September 2020

KIMIA XI MIPA - TERMOKIMIA

 

Termokimia


Termokimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang panas atau kalor yang terdapat pada reaksi kimia maupun proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. Dalam mempelajari termokimia, diperlukan definisi “sistem” dan “lingkungan”. Sistem adalah segala sesuatu yang menjadi fokus perhatian kita. Lingkungan adalah segala sesuatu selain sistem.


Entalpi dan Perubahannya

Dalam hukum kekekalan energi berbunyi, “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya”.

Besar energi kimia yang dimiliki suatu zat pada tekanan tetap disebut entalpi. Entalpi dinotasikan dengan “H” yang berarti “Heat content (panas yang tersimpan)”. Entalpi tidak akan berubah apabila tidak ada energi yang diserap atau dilepas.

Besarnya entalpi (H) pada suatu zat tidak dapat diukur, namun perubahan entalpinya (∆H) dapat diukur yang merupakan jumlah kalor yang diserap atau dilepas dari energi yang tersimpan.

∆H = Hproduk – Hreaktan

  • Bila ∆H positif, artinya terdapat energi (kalor) yang diserap dari lingkungan ke sistem, reaksinya disebut reaksi endoterm (membutuhkan kalor).
  • Sebaliknya, apabila ∆H negatif, artinya terdapat energi (kalor) yang dilepas dari sistem ke lingkungan, reaksinya disebut reaksi eksoterm (melepaskan kalor).

Sistem adalah bagian yang menjadi pusat pengamatan, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar dan membatasi sistem.

Reaksi endoterm dicirikan dengan terjadinya penurunan suhu, sehingga suhu lingkungan menjadi dingin.

Sedangkan reaksi eksoterm dicirikan dengan terjadinya kenaikan suhu, sehingga suhu lingkungan menjadi panas.

ABSEN  https://forms.gle/TjhmD4dLCXXBjLcv8

Persamaan Termokimia

Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi kimia yang dilengkapi dengan besar perubahan entalpinya (∆H).

Satuan yang dipakai untuk menyatakan ∆H adalah kJ (kiloJoule) atau kkal (kilokalori).

Contoh

Persamaan termokimia dari reaksi pembentukan 1 mol metanol dari karbon, gas hidrogen, dan gas oksigen yang membebaskan kalor sebesar 238 kJ adalah sebagai berikut.

C (s) + 2H2 (g) + ½ O2 (g) → CH3OH          ∆H = -238 kJ

Jenis-Jenis Perubahan Entalpi Standar

Jenis perubahan entalpi standar tergantung dari reaksi yang terjadi dan besarnya perubahan entalpi tergantung banyaknya zat yang direaksikan.

Ada beberapa jenis perubahan entalpi standar sebagai berikut.

1. Perubahan Entalpi Standar (∆H⁰)

Perubahan entalpi standar adalah pengukuran besarnya kalor yang diserap atau dibebaskan dari suatu reaksi yang berlangsung pada keadaan standar (suhu 25⁰ C dan tekanan 1 atm).


2. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (∆Hformation⁰/∆Hf⁰)

Perubahan entalpi pembentukan standar adalah pengukuran besarnya energi yang diserap atau dilepas untuk pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsunya yang paling stabil pada keadaan standar.

Contoh

Persamaan termokimia dari reaksi pembentukan 1 mol NaCl yang membebaskan energi sebesar 77 kJ/mol adalah sebagai berikut.

Na (s) + ½ Cl2 (g) → NaCl (s)          ∆Hf⁰ = -77 kJ

3. Perubahan Entalpi Penguraian Standar (∆Hdissociation⁰/∆Hd⁰)

Perubahan entalpi penguraian standar adalah pengukuran besarnya energi yang diserap atau dibebaskan untuk menguraikan 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya yang paling stabil dalam keadaan standar.

Contoh

Persamaan termokimia dari reaksi penguraian 1 mol uap air yang membutuhkan energi sebesar 242 kJ adalah sebagai berikut.

H2O (g) → H2 (g) + ½ O2 (g)          ∆Hd⁰ = +242 kJ

4. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar (∆Hcombustion⁰/∆Hc⁰)

Perubahan entalpi pembakaran standar adalah pengukuran besarnya energi yang dilepaskan dari pembakaran 1 mol suatu zat.

Contoh

Persamaan termokimia dari reaksi pembakaran 1 mol gas metana yang membebaskan energi sebesar 802 kJ adalah sebagai berikut.

CH4 (g) +  2O2 (g) → CO2 (g) + 2H2O (l)          ∆Hc⁰ = -802 kJ


Menetukan Harga Perubahan Entalpi (∆H)

1. Menentukan besarnya energi yang diserap atau dibebaskan oleh air dengan kalorimeter

qair = m x c x ∆T

dimana

q = energi/kalor

m = massa air

c = kalor jenis air (4,18 J/gr.C)

∆T = perubahan suhu

Contoh Soal

Tentukan entalpi pembakaran standar metanol (Mr = 16) sebanyak 0,48 gram yang dibakar dalam kalorimeter yang berisi 500 gram air dan terjadi peningkatan suhu sebesar 15⁰C. Tulislah persamaan termokimianya.

Pembahasan

Persamaan termokimia :

CH3OH + ½ O2 (g)  → CO2 (g) + 2H2O (l)         ∆Hc⁰ = -1045 kJ

qair = m x c x ∆T

qair = 500 gr x 4,18 J/gr.C x 15⁰C

qair = 31350 J

qair = 31,35 kJ

mol metanol = Contoh Soal Termokimia 1 = 0,03 mol

∆H pembakaran 0,03 mol metanol = -31,35 kJ

∆H pembakaran 1 mol metanol = Contoh Soal Termokimia 1b x (-31,35 kJ) = -1045 kJ



2. Menentukan besar ∆H berdasar Hukum Hess

Hukum Hess berbunyi, “Entalpi suatu reaksi tidak dipengaruhi oleh jalannya reaksi, akan tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir….”.

Contoh Soal Termokimia 2

Proses I = A → B = ∆H1

Proses II = A → D = ∆H2

Proses II = D → E = ∆H3

Proses II = E → B = ∆H4

Proses III = A→ C = ∆H5

Proses III = C → B = ∆H6

∆Hproses I = ∆Hproses II = ∆Hproses III

∆H1 = ∆H2 + ∆H3 + ∆H4 = ∆H5 + ∆H6

Contoh Soal

Diketahui reaksi :

C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 +6H2O          ∆H = -2820 kJ

C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O          ∆H = -1380 kJ

Tentukan perubahan entalpi (∆H) bagi reaksi fermentasi 360 gram glukosa (Mr = 180).

Reaksi fermentasi glukosa sebagai berikut.

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2


Pembahasan

C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 +6H2O           ∆H = -2820 kJ

4CO2 + 6H2→ 2C2H5OH + 6O2        ∆H = +2760 kJ   (x2)

Reaksi : C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 ∆H = -60 kJ

mol  C6H12OContoh Soal Termokimia 2b = 2 mol

∆H untuk 2 mol glukosa = Contoh Soal Termokimia 2c x (-60 kJ) = -120 kJ


3. Menentukan besar ∆H berdasar entalpi pembentukan

Reaksi : aA + bB → cC + dD

∆Hreaksi = ∆Hfproduk – ∆Hfreaktan

∆Hreaksi = (c . ∆Hf⁰C + d . ∆Hf⁰ D) – (a . ∆Hf⁰ A + b . ∆Hf⁰ B)

Contoh Soal

Diketahui data entalpi pembentukan standar :

C3H8 (g) = -104 kJ/mol

CO2 (g) = -394 kJ/mol

H2O (g) = -286 kJ/mol

Tentukan ∆H reaksi :

C3H8 (g) + 5O2 (g) → 3CO2 (g) + 4H2O (g)

Pembahasan

∆Hreaksi = ∆Hfproduk – ∆Hfreaktan

∆Hreaksi = (3 . ∆Hf⁰CO2 + 4 . ∆Hf⁰ H2O) – (1 . ∆Hf⁰ C3H8 + 5 . ∆Hf⁰ O2)

∆Hreaksi = (3 . (-394 kJ) + 4 . (-286 kJ)) – (1 . (-104 kJ) + 5 . 0)

∆Hreaksi = (-1182 kJ + (-1144 kJ)) – (-104 kJ)

∆Hreaksi = -2326 kJ + 104 kJ

∆Hreaksi = -2222 kJ


4. Menentukan besar ∆H berdasar energi ikatan

Pemutusan dan pembentukan ikatan menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Perubahan entalpi dapat diketahui dari selisih ∆H pemutusan dan ∆H pembentukan ikatan.

∆H = ∑ energi pemutusan ikatan – ∑ energi pembentukan ikatan

Contoh Soal

Diketahui energi ikatan (kJ/mol) dari :

C – H = 413

O = O = 495

C = O = 799

O – H = 463

Tentukan perubahan entalpi (∆H) dari reaksi berikut.

CH4 (g) + 2O(g) → CO2 (g) + 2H2O (g)

Pembahasan
Contoh Soal Termokimia 4

∆H = ∑ energi pemutusan ikatan – ∑ energi pembentukan ikatan

∆H = {(4 . C – H) + (2 . O = O)} – {(2 . C = O) + (4 . O – H)}

∆H = { 4 . 413 + 2 . 495} – {2 . 799 + 4 . 463}

∆H = 2642 kJ – 3450

∆H = -808 kJ


sumber : https://rumuspintar.com




Minggu, 02 Agustus 2020

KIMIA XI IPA - MINYAK BUMI

Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan komoditas hasil tambang yang sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia, terutama sebagai sumber energi. Bahan bakar mulai dari elpiji, bensin, solar, hingga kerosin; serta material seperti lilin parafin dan aspal; dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan plastik, karet sintetis, deterjen, obat-obatan, dan lainnya dihasilkan dari minyak bumi.

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi terbentuk dari pelapukan sisa-sisa organisme, seperti tumbuhan, hewan, dan jasad-jasad renik yang tertimbun dalam dasar lautan bersama lumpur selama jutaan tahun. Lumpur tersebut kemudian berubah menjadi batuan sedimen dan sisa-sisa organisme mengalami peruraian menjadi minyak dan gas di bawah tekanan dan suhu tinggi. Oleh karena berasal dari sisa-sisa organisme, minyak bumi dan gas alam sering juga disebut sebagai bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil tergolong sumber daya alam yang tak terbarukan sebagaimana proses pembentukannya yang sangat lama.

Komposisi Minyak Bumi

Minyak bumi adalah campuran kompleks yang sebagian besarnya (sekitar 90 hingga 97%) terdiri dari senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana, sedangkan sisanya adalah sikloalkana, alkena, alkuna, dan senyawa aromatik. Komponen kecil lainnya selain hidrokarbon adalah senyawa-senyawa karbon yang mengandung oksigen, belerang, ataupun nitrogen.

Gas alam sebagian besar terdiri dari alkana suku rendah (C1 – C4) dengan metana sebagai komponen utamanya. Selain alkana, juga terdapat gas lain seperti CO2, O2, N2, H2S, ataupun gas mulia seperti helium dalam jumlah yang sangat sedikit.

Proses Pengolahan Minyak Bumi

Untuk memperoleh minyak bumi, perlu dilakukan proses pengeboran. Minyak bumi yang ditemukan biasanya akan bercampur dengan gas alam. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam berbentuk cairan kental hitam dan berbau disebut minyak mentah (crude oil). Minyak mentah ini masih belum bisa dimanfaatkan secara langsung, oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian (refining) dengan distilasi bertingkat. Prinsip distilasi ini adalah pemisahan komponen-komponen campuran berdasarkan perbedaan titik didih sehingga diperoleh kelompok-kelompok komponen dalam rentang titik didih tertentu yang disebut fraksi-fraksi.

minyak bumi - fraksi dan manfaat

Fraksi Minyak Bumi dan Manfaat Minyak Bumi

Berikut ini fraksi hidrokarbon dari minyak bumi dan manfaat minyak bumi untuk setiap fraksinya.

raksi Minyak BumiJumlah atom CTitik didih (oC)Manfaat Minyak Bumi
GasC1-C4< 20Bahan bakar gas (LPG) dan bahan baku sintesis senyawa organic
Eter petroleumC5-C730 – 90Pelarut dan cairan pembersih
Bensin (Gasolin)C5-C1040 – 180Bahan bakar kendaraan bermotor
NaftaC6-C1070 – 180Bahan baku sintesis senyawa organic
KerosinC11-C14180 – 250Bahan bakar jet dan bahan bakar kompor paraffin
Minyak solar dan dieselC15-C17250 – 300Bahan bakar kendaraan bermesin diesel dan bahan bakar tungku di industry
Minyak pelumasC18-C20300 – 350Oil dan pelumas
LilinC20+> 350Petroleum jelly dan lilin paraffin untuk membuat lilin, kertas berlapis lilin, lilin batik, dan bahan pengkilan seperti semir
Minyak bakarC20+> 350Bahan bakar kapal, pemanas industri (boiler plant), dan pembangkit listrik
BitumenC40+> 350Material aspal jalan dan atap bangunan

Bensin

Bensin merupakan bahan bakar kendaraan bermotor yang memiliki peranan penting. Di Indonesia, tersedia beberapa jenis bensin, misalnya premium, pertamax, dan pertamax plus. Setiap jenis bensin memiliki mutu yang berbeda. Mutu bensin ditentukan oleh efektivitas pembakarannya di dalam mesin. Hal ini dipengaruhi ketepatan waktu pembakaran sehingga tidak menimbulkan ketukan (knocking) yang mengganggu gerakan piston pada mesin. Ketukan dapat mengurangi efisiensi bahan bakar, menyebabkan mesin mengelitik, dan bahkan merusak mesin.

Mutu bensin biasanya dinyatakan dengan bilangan oktan (octane number). Bilangan oktan ditentukan melalui uji pembakaran sampel bensin sehingga diperoleh karakteristik pembakarannya. Karakteristik tersebut kemudian dibandingkan dengan karakteristik pembakaran berbagai campuran n-heptana dan isooktana. Nilai bilangan oktan 0 ditetapkan untuk n-heptana yang mudah terbakar dan menghasilkan ketukan paling banyak, sedangkan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar dan menghasilkan ketukan paling sedikit. Sebagai contoh, suatu campuran yang terdiri dari 25% n-heptana dan 75% isooktana akan mempunyai bilangan oktan (25/100 × 0) + (75/100 × 100) = 75. Jadi, pertamax dengan bilangan oktan 92 akan memiliki mutu bensin yang setara dengan campuran 92% isooktana dan 8% n-heptana.


campuran n heptana dan isooktana

Secara umum, bensin yang mengandung alkana rantai lurus akan memiliki nilai bilangan oktan lebih rendah dibanding yang mengandung alkana rantai bercabang, alisiklik, ataupun aromatik. Sebagai contoh, n-heksana memiliki bilangan oktan 25, sedangkan 2,2-dimetilbutana memiliki bilangan oktan 92.

Fraksi bensin dari hasil penyulingan umumnya mempunyai bilangan oktan ~70 yang tergolong relatif rendah. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menaikkan bilangan oktan:

  • mengubah hidrokarbon rantai lurus dalam fraksi menjadi hidrokarbon rantai bercabang melalui proses reforming;
  • menambahkan hidrokarbon alisiklik ataupun aromatik ke dalam campuran akhir fraksi bensin; atau
  • menambahkan zat aditif antiketukan ke dalam bensin sehingga memperlambat pembakaran bensin. Zat antiketukan yang dapat digunakan yaitu TEL (tetraethyl lead) dengan rumus kimia Pb(C2H5)4. Namun, senyawa timbal (Pb) ini merupakan racun yang dapat merusak otak, sehingga penggunaannya dilarang dan diganti dengan zat antiketukan lainnya seperti MTBE (methyl tertiary-butyl ether) ataupun etanol.

Contoh Soal dan Pembahasan

1. Apa metode dan prinsip dari pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi?

Jawab: Pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi dilakukan dengan metode distilasi bertingkat yang berdasarkan prinsip perbedaan titik didih komponen-komponen campuran.

2. Hitunglah bilangan oktan dari sampel bensin yang setara dengan campuran 95% isooktana dan 5% n-heptana.

Jawab: Bilangan oktan = (95/100 × 100) + (5/100 × 0) = 95

3. Tentukan komposisi dari bensin standar dengan bilangan oktan 84.

Jawab: Komposisinya yaitu 84% isooktana dan 100% − 84% = 16% n-heptana.

Referensi

Jenkins, Frank. et al. 2002. Nelson Chemistry 11. Toronto: Nelson Education Ltd.
Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: Esis
Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Retnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Smith, Janice G. 2016. General, Organic, & Biological Chemistry (3rd edition). New York: McGraw-Hill Education
Sudarmo, Unggul. 2007. Kimia SMA 1 untuk SMA Kelas X. Jakarta: Phibeta

Artikel: Minyak Bumi – Proses Pembentukan, Pengolahan, Fraksi, dan Manfaat
Kontributor: Nirwan Susianto, S.Si.
Alumni Kimia FMIPA UI

Materi StudioBelajar.com


sumber : 

https://www.youtube.com/watch?v=Tr5RQLpwXYs

JANGAN LUPA ABSEN!!!   https://forms.gle/WoRyNoi3owx1xfoU7 

SOAL :
1.Nama IUPAC dari senyawa berikut

Soal Hidrokarbon kelas 11 no 11

adalah….

2. Diberikan gambar struktur berikut:

Soal Hidrokarbon 13

Atom C primer, sekunder, tersier, & kuartener ditunjukkan oleh
nomor …..

3.Nama yang tepat dari senyawa ini adalah:

Soal Hidrokarbon 17

4. Jumlah isomer pada alakana yang memiliki rumus C5H12 adalah....

5.Ketiga reaksi berikut :

Soal Hidrokarbon kelas 11 no 25

6. Perhatikan reaksi berikut :

Soal Hidrokarbon kelas 11 no 26

Kedua reaksi tersebut secara berurutan adalah reaksi …

7.Dari hasil penyulingan bertingkat minyak bumi:

Soal Hidrokarbon 30

Fraksi nomor 3 digunakan untuk bahan bakar …

8.Bilangan oktan bensin jenis premium adalah…

9.Zat yang ditambahkan ke dalam bensin untuk menaikkan bilangan oktan adalah…

10. Contoh fraksi minyak bumi yang paling sedikit jumlah atom karbonnya adalah….

sumber : www.soalkimia.com

catatan:

* tugas untuk MIPA 1 dikumpul tanggal : senin 10 agustus 2020

* tugas untuk MIPA 2 dikumpul tanggal : senin 10 agustus 2020

* tugas untuk MIPA 3 dikumpul tanggal : selasa 11 Agustus 2020



Minggu, 26 Juli 2020

KIMIA KELAS XI-HIDROKARBON


Senyawa Hidrokarbon

Pengertian Senyawa Hidrokarbon

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun dari atom unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Plastik seperti LDPE dan HDPE (polietilena) dan PP (polipropilena) terbuat dari etena dan propena yang merupakan hasil olahan gas alam. Senyawa etena dan propena termasuk ke dalam golongan senyawa hidrokarbon.

Klasifikasi Hidrokarbon

Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan menjadi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Seluruh ikatan antar atom karbon pada hidrokarbon jenuh merupakan ikatan kovalen tunggal. Pada hidrokarbon tak jenuh, terdapat satu atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan rangkap tiga.

Berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi:

  1. Hidrokarbon alifatik,

yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

senyawa hidrokarbon alifatik

  1. Hidrokarbon alisiklik,

yaitu hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar.

alisiklik

  1. Hidrokarbon aromatik,

yaitu hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling.

hidrokarbon aromatik

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alifatik

Alkana

Alkana adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan rumus umum CnH2n+2. Alkana membentuk deret homolog, yaitu kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan sifat bermiripan. Berikut tabel deret homolog alkana dengan rumus molekul, rumus bangun, dan nama dari masing-masing senyawa.

tata nama alkana dari iupac

Aturan IUPAC untuk penamaan alkana adalah sebagai berikut.

  1. Rantai C yang terpanjang ditetapkan sebagai rantai utama. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang yang sama panjangnya, maka dipilih rantai dengan cabang terbanyak sebagai rantai utama.rantai C
  2. Cabang dari rantai utama dengan substituen hidrokarbon (gugus alkil) diberi nama dengan mengganti akhiran ana pada alkana menjadi il. Berikut tabel struktur dan nama dari beberapa gugus alkil.struktur gugus alkil
  3. Atom-atom C pada rantai utama diberi nomor secara berurut dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi cabangnya mendapat nomor terkecil.2 dan 4 metilpentana
  4. Untuk substituen cabang yang sejenis dinyatakan dengan awalan di, tritetrapenta, dan seterusnya.dimetilpropana
  5. Substituen-substituen cabang ditulis berdasarkan urutan alfabetik. Awalan substituen seperti ditrin– (normal), sek– (sekunder), ters– (tersier) diabaikan dalam pengurutan alfabetik, kecuali awalan iso tidak diabaikan.etil isopropil dimetilheptana

Alkena

Alkena adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Rumus umum alkena adalah CnH2n. Aturan IUPAC dalam penamaan alkena hampir sama dengan alkana, namun dengan beberapa modifikasi aturan berikut.

  1. Rantai utama yang dipilih adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. Nama rantai utama diturunkan dari nama alkana dengan jumlah C sama dengan mengganti akhiran ana menjadi ena.rantai utama alkena
  2. Urutan penomoran pada rantai utama dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi atom C berikatan rangkapnya mendapat nomor terkecil. Nomor posisi ikatan rangkap didasarkan pada nomor atom C berikatan rangkap yang nomornya lebih kecil.urutan penomoran alkena

Alkuna

Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Rumus umum alkuna adalah CnH2n−2. Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir seluruhnya sama dengan alkena. Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama yang diturunkan dari alkena dengan jumlah C sama yang memiliki akhiran ena diubah menjadi una. Contoh:

tata nama alkuna

Kegunaan Senyawa Hidrokarbon

Berikut kegunaan hidrokarbon secara umum dikelompokkan berdasarkan banyak atom C pada rantai hidrokarbon.

kegunaan hidrokarbon

Secara spesifik, kegunaan dari hidrokarbon alifatik, antara lain:

Alkana

  1. sebagai bahan bakar, misal metana yang merupakan komponen utama LNG (Liquefied Natural Gas), propana atau butana yang merupakan komponen utama LPG (Liqufied Petroleum Gas);
  2. sebagai pelarut organik nonpolar, misal pentana, heksana, dan heptana; dan
  3. sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkena dengan reaksi cracking dan pembuatan haloalkana.

Alkena

Sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkana, haloalkana, alkohol, aldehid, keton, dan polimer. Etena merupakan hormon tumbuhan yang dapat mempercepat matangnya buah, selain itu etena juga merupakan bahan baku dari plastik polietilena. Propena merupakan bahan baku pembuatan plastik polipropilena. 1,3-Butadiena merupakan bahan baku pembuatan karet sintetis polibutadiena. Isoprena (2-metil-1,3-butadiena) juga merupakan bahan baku pembuatan karet poliisoprena.

Alkuna

Senyawa alkuna yang paling penting adalah etuna (asetilena). Asetilena digunakan sebagai bahan bakar dalam pemotongan logam dan penyambungan logam dengan las karbit (oxyacetylene welding). Pembakaran asetilena dengan oksigen dapat menghasilkan panas hingga sekitar 3000°C. Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat melalui reaksi batu karbit (kalsium karbida) dengan air seperti berikut.

CaC_2 + 2H_2O \rightarrow Ca(OH)_2 + C_2H_2

Contoh Soal

Tulislah nama IUPAC dari senyawa berikut.

contoh soal tata nama senyawa hidrokarbon

Jawab:a.

pembahasan soal hidrokarbon a

Rantai utama: C7 (heptana)

Cabang: metil (―CH3) pada C-2, C-5, dan C-5’; isopropil (―CH(CH3)2) pada C-4

Nama IUPAC: 4-isopropil-2,5,5-trimetilheptana

b.

pembahasan soal b

Rantai utama: C6 (heksadiena)

Posisi ikatan rangkap: C-1 dan C-4

Cabang: etil (―CH2CH3) pada C-2; propil (―CH2CH2CH3) pada C-3

Nama IUPAC: 2-etil-3-propil-1,4-heksadiena

c.

pembahasan soal senyawa hidrokarbon c

Rantai utama: C8 (oktuna)

Posisi ikatan rangkap tiga: C-4

Cabang: metil (―CH3) pada C-2 dan C-7; etil (―CH2CH3) pada C-3 dan C-6

Nama IUPAC: 3,6-dietil-2,7-dimetil-4-oktuna

 

Senyawa Hidrokarbon: Referensi

Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.
Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: Esis
McMurry, John. 2012. Organic Chemistry (8th edition). California: Brooks/Cole
Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Retnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Tro, Nivaldo J. 2015. Chemistry: Structure and Properties. New Jersey: Pearson Education, Inc.

Artikel: Senyawa Hidrokarbon

Kontributor: Nirwan Susianto, S.Si
Alumni Kimia FMIPA UI

Materi StudioBelajar.com 


JANGAN LUPA ABSEN GUYS!! 👇KLIK LINK NYA YA

https://forms.gle/XXtuNoKxs1gqgVso8