SOAL UTS KIMIA KLIK LINK DIBAWAH INI
Dalam hukum kekekalan energi berbunyi, “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya”.
Besar energi kimia yang dimiliki suatu zat pada tekanan tetap disebut entalpi. Entalpi dinotasikan dengan “H” yang berarti “Heat content (panas yang tersimpan)”. Entalpi tidak akan berubah apabila tidak ada energi yang diserap atau dilepas.
Besarnya entalpi (H) pada suatu zat tidak dapat diukur, namun perubahan entalpinya (∆H) dapat diukur yang merupakan jumlah kalor yang diserap atau dilepas dari energi yang tersimpan.
∆H = Hproduk – Hreaktan
Sistem adalah bagian yang menjadi pusat pengamatan, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar dan membatasi sistem.
Reaksi endoterm dicirikan dengan terjadinya penurunan suhu, sehingga suhu lingkungan menjadi dingin.
Sedangkan reaksi eksoterm dicirikan dengan terjadinya kenaikan suhu, sehingga suhu lingkungan menjadi panas.
ABSEN https://forms.gle/TjhmD4dLCXXBjLcv8
Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi kimia yang dilengkapi dengan besar perubahan entalpinya (∆H).
Satuan yang dipakai untuk menyatakan ∆H adalah kJ (kiloJoule) atau kkal (kilokalori).
Contoh
Persamaan termokimia dari reaksi pembentukan 1 mol metanol dari karbon, gas hidrogen, dan gas oksigen yang membebaskan kalor sebesar 238 kJ adalah sebagai berikut.
C (s) + 2H2 (g) + ½ O2 (g) → CH3OH ∆H = -238 kJ
Jenis-Jenis Perubahan Entalpi Standar
Jenis perubahan entalpi standar tergantung dari reaksi yang terjadi dan besarnya perubahan entalpi tergantung banyaknya zat yang direaksikan.
Ada beberapa jenis perubahan entalpi standar sebagai berikut.
Perubahan entalpi standar adalah pengukuran besarnya kalor yang diserap atau dibebaskan dari suatu reaksi yang berlangsung pada keadaan standar (suhu 25⁰ C dan tekanan 1 atm).
Perubahan entalpi pembentukan standar adalah pengukuran besarnya energi yang diserap atau dilepas untuk pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsunya yang paling stabil pada keadaan standar.
Contoh
Persamaan termokimia dari reaksi pembentukan 1 mol NaCl yang membebaskan energi sebesar 77 kJ/mol adalah sebagai berikut.
Na (s) + ½ Cl2 (g) → NaCl (s) ∆Hf⁰ = -77 kJ
Perubahan entalpi penguraian standar adalah pengukuran besarnya energi yang diserap atau dibebaskan untuk menguraikan 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya yang paling stabil dalam keadaan standar.
Contoh
Persamaan termokimia dari reaksi penguraian 1 mol uap air yang membutuhkan energi sebesar 242 kJ adalah sebagai berikut.
H2O (g) → H2 (g) + ½ O2 (g) ∆Hd⁰ = +242 kJ
Perubahan entalpi pembakaran standar adalah pengukuran besarnya energi yang dilepaskan dari pembakaran 1 mol suatu zat.
Persamaan termokimia dari reaksi pembakaran 1 mol gas metana yang membebaskan energi sebesar 802 kJ adalah sebagai berikut.
CH4 (g) + 2O2 (g) → CO2 (g) + 2H2O (l) ∆Hc⁰ = -802 kJ
qair = m x c x ∆T
dimana
q = energi/kalor
m = massa air
c = kalor jenis air (4,18 J/gr.C)
∆T = perubahan suhu
Contoh Soal
Tentukan entalpi pembakaran standar metanol (Mr = 16) sebanyak 0,48 gram yang dibakar dalam kalorimeter yang berisi 500 gram air dan terjadi peningkatan suhu sebesar 15⁰C. Tulislah persamaan termokimianya.
Persamaan termokimia :
CH3OH + ½ O2 (g) → CO2 (g) + 2H2O (l) ∆Hc⁰ = -1045 kJ
qair = m x c x ∆T
qair = 500 gr x 4,18 J/gr.C x 15⁰C
qair = 31350 J
qair = 31,35 kJ
mol metanol =
= 0,03 mol
∆H pembakaran 0,03 mol metanol = -31,35 kJ
∆H pembakaran 1 mol metanol =
x (-31,35 kJ) = -1045 kJ
Hukum Hess berbunyi, “Entalpi suatu reaksi tidak dipengaruhi oleh jalannya reaksi, akan tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir….”.

Proses I = A → B = ∆H1
Proses II = A → D = ∆H2
Proses II = D → E = ∆H3
Proses II = E → B = ∆H4
Proses III = A→ C = ∆H5
Proses III = C → B = ∆H6
∆Hproses I = ∆Hproses II = ∆Hproses III
∆H1 = ∆H2 + ∆H3 + ∆H4 = ∆H5 + ∆H6
Contoh Soal
Diketahui reaksi :
C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 +6H2O ∆H = -2820 kJ
C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O ∆H = -1380 kJ
Tentukan perubahan entalpi (∆H) bagi reaksi fermentasi 360 gram glukosa (Mr = 180).
Reaksi fermentasi glukosa sebagai berikut.
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2
C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 +6H2O ∆H = -2820 kJ
4CO2 + 6H2O → 2C2H5OH + 6O ∆H = +2760 kJ (x2)2
Reaksi : C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 ∆H = -60 kJ
mol C6H12O6 =
= 2 mol
∆H untuk 2 mol glukosa =
x (-60 kJ) = -120 kJ
Reaksi : aA + bB → cC + dD
∆Hreaksi = ∆Hf⁰produk – ∆Hf⁰reaktan
∆Hreaksi = (c . ∆Hf⁰C + d . ∆Hf⁰ D) – (a . ∆Hf⁰ A + b . ∆Hf⁰ B)
Contoh Soal
Diketahui data entalpi pembentukan standar :
C3H8 (g) = -104 kJ/mol
CO2 (g) = -394 kJ/mol
H2O (g) = -286 kJ/mol
Tentukan ∆H reaksi :
C3H8 (g) + 5O2 (g) → 3CO2 (g) + 4H2O (g)
∆Hreaksi = ∆Hf⁰produk – ∆Hf⁰reaktan
∆Hreaksi = (3 . ∆Hf⁰CO2 + 4 . ∆Hf⁰ H2O) – (1 . ∆Hf⁰ C3H8 + 5 . ∆Hf⁰ O2)
∆Hreaksi = (3 . (-394 kJ) + 4 . (-286 kJ)) – (1 . (-104 kJ) + 5 . 0)
∆Hreaksi = (-1182 kJ + (-1144 kJ)) – (-104 kJ)
∆Hreaksi = -2326 kJ + 104 kJ
∆Hreaksi = -2222 kJ
Pemutusan dan pembentukan ikatan menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Perubahan entalpi dapat diketahui dari selisih ∆H pemutusan dan ∆H pembentukan ikatan.
∆H = ∑ energi pemutusan ikatan – ∑ energi pembentukan ikatan
Contoh Soal
Diketahui energi ikatan (kJ/mol) dari :
C – H = 413
O = O = 495
C = O = 799
O – H = 463
Tentukan perubahan entalpi (∆H) dari reaksi berikut.
CH4 (g) + 2O2 (g) → CO2 (g) + 2H2O (g)

∆H = ∑ energi pemutusan ikatan – ∑ energi pembentukan ikatan
∆H = {(4 . C – H) + (2 . O = O)} – {(2 . C = O) + (4 . O – H)}
∆H = { 4 . 413 + 2 . 495} – {2 . 799 + 4 . 463}
∆H = 2642 kJ – 3450
∆H = -808 kJ
sumber : https://rumuspintar.com
Minyak bumi merupakan komoditas hasil tambang yang sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia, terutama sebagai sumber energi. Bahan bakar mulai dari elpiji, bensin, solar, hingga kerosin; serta material seperti lilin parafin dan aspal; dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan plastik, karet sintetis, deterjen, obat-obatan, dan lainnya dihasilkan dari minyak bumi.
Minyak bumi terbentuk dari pelapukan sisa-sisa organisme, seperti tumbuhan, hewan, dan jasad-jasad renik yang tertimbun dalam dasar lautan bersama lumpur selama jutaan tahun. Lumpur tersebut kemudian berubah menjadi batuan sedimen dan sisa-sisa organisme mengalami peruraian menjadi minyak dan gas di bawah tekanan dan suhu tinggi. Oleh karena berasal dari sisa-sisa organisme, minyak bumi dan gas alam sering juga disebut sebagai bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil tergolong sumber daya alam yang tak terbarukan sebagaimana proses pembentukannya yang sangat lama.
Minyak bumi adalah campuran kompleks yang sebagian besarnya (sekitar 90 hingga 97%) terdiri dari senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana, sedangkan sisanya adalah sikloalkana, alkena, alkuna, dan senyawa aromatik. Komponen kecil lainnya selain hidrokarbon adalah senyawa-senyawa karbon yang mengandung oksigen, belerang, ataupun nitrogen.
Gas alam sebagian besar terdiri dari alkana suku rendah (C1 – C4) dengan metana sebagai komponen utamanya. Selain alkana, juga terdapat gas lain seperti CO2, O2, N2, H2S, ataupun gas mulia seperti helium dalam jumlah yang sangat sedikit.
Untuk memperoleh minyak bumi, perlu dilakukan proses pengeboran. Minyak bumi yang ditemukan biasanya akan bercampur dengan gas alam. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam berbentuk cairan kental hitam dan berbau disebut minyak mentah (crude oil). Minyak mentah ini masih belum bisa dimanfaatkan secara langsung, oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian (refining) dengan distilasi bertingkat. Prinsip distilasi ini adalah pemisahan komponen-komponen campuran berdasarkan perbedaan titik didih sehingga diperoleh kelompok-kelompok komponen dalam rentang titik didih tertentu yang disebut fraksi-fraksi.

Berikut ini fraksi hidrokarbon dari minyak bumi dan manfaat minyak bumi untuk setiap fraksinya.
| raksi Minyak Bumi | Jumlah atom C | Titik didih (oC) | Manfaat Minyak Bumi |
| Gas | C1-C4 | < 20 | Bahan bakar gas (LPG) dan bahan baku sintesis senyawa organic |
| Eter petroleum | C5-C7 | 30 – 90 | Pelarut dan cairan pembersih |
| Bensin (Gasolin) | C5-C10 | 40 – 180 | Bahan bakar kendaraan bermotor |
| Nafta | C6-C10 | 70 – 180 | Bahan baku sintesis senyawa organic |
| Kerosin | C11-C14 | 180 – 250 | Bahan bakar jet dan bahan bakar kompor paraffin |
| Minyak solar dan diesel | C15-C17 | 250 – 300 | Bahan bakar kendaraan bermesin diesel dan bahan bakar tungku di industry |
| Minyak pelumas | C18-C20 | 300 – 350 | Oil dan pelumas |
| Lilin | C20+ | > 350 | Petroleum jelly dan lilin paraffin untuk membuat lilin, kertas berlapis lilin, lilin batik, dan bahan pengkilan seperti semir |
| Minyak bakar | C20+ | > 350 | Bahan bakar kapal, pemanas industri (boiler plant), dan pembangkit listrik |
| Bitumen | C40+ | > 350 | Material aspal jalan dan atap bangunan |
Bensin merupakan bahan bakar kendaraan bermotor yang memiliki peranan penting. Di Indonesia, tersedia beberapa jenis bensin, misalnya premium, pertamax, dan pertamax plus. Setiap jenis bensin memiliki mutu yang berbeda. Mutu bensin ditentukan oleh efektivitas pembakarannya di dalam mesin. Hal ini dipengaruhi ketepatan waktu pembakaran sehingga tidak menimbulkan ketukan (knocking) yang mengganggu gerakan piston pada mesin. Ketukan dapat mengurangi efisiensi bahan bakar, menyebabkan mesin mengelitik, dan bahkan merusak mesin.
Mutu bensin biasanya dinyatakan dengan bilangan oktan (octane number). Bilangan oktan ditentukan melalui uji pembakaran sampel bensin sehingga diperoleh karakteristik pembakarannya. Karakteristik tersebut kemudian dibandingkan dengan karakteristik pembakaran berbagai campuran n-heptana dan isooktana. Nilai bilangan oktan 0 ditetapkan untuk n-heptana yang mudah terbakar dan menghasilkan ketukan paling banyak, sedangkan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar dan menghasilkan ketukan paling sedikit. Sebagai contoh, suatu campuran yang terdiri dari 25% n-heptana dan 75% isooktana akan mempunyai bilangan oktan (25/100 × 0) + (75/100 × 100) = 75. Jadi, pertamax dengan bilangan oktan 92 akan memiliki mutu bensin yang setara dengan campuran 92% isooktana dan 8% n-heptana.

Secara umum, bensin yang mengandung alkana rantai lurus akan memiliki nilai bilangan oktan lebih rendah dibanding yang mengandung alkana rantai bercabang, alisiklik, ataupun aromatik. Sebagai contoh, n-heksana memiliki bilangan oktan 25, sedangkan 2,2-dimetilbutana memiliki bilangan oktan 92.
Fraksi bensin dari hasil penyulingan umumnya mempunyai bilangan oktan ~70 yang tergolong relatif rendah. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menaikkan bilangan oktan:
1. Apa metode dan prinsip dari pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi?
Jawab: Pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi dilakukan dengan metode distilasi bertingkat yang berdasarkan prinsip perbedaan titik didih komponen-komponen campuran.
2. Hitunglah bilangan oktan dari sampel bensin yang setara dengan campuran 95% isooktana dan 5% n-heptana.
Jawab: Bilangan oktan = (95/100 × 100) + (5/100 × 0) = 95
3. Tentukan komposisi dari bensin standar dengan bilangan oktan 84.
Jawab: Komposisinya yaitu 84% isooktana dan 100% − 84% = 16% n-heptana.
Referensi
Jenkins, Frank. et al. 2002. Nelson Chemistry 11. Toronto: Nelson Education Ltd.
Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: Esis
Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Retnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Smith, Janice G. 2016. General, Organic, & Biological Chemistry (3rd edition). New York: McGraw-Hill Education
Sudarmo, Unggul. 2007. Kimia SMA 1 untuk SMA Kelas X. Jakarta: Phibeta
Artikel: Minyak Bumi – Proses Pembentukan, Pengolahan, Fraksi, dan Manfaat
Kontributor: Nirwan Susianto, S.Si.
Alumni Kimia FMIPA UI
Materi StudioBelajar.com
sumber :
![]()
adalah….
2. Diberikan gambar struktur berikut:

Atom C primer, sekunder, tersier, & kuartener ditunjukkan oleh
nomor …..
3.Nama yang tepat dari senyawa ini adalah:

4. Jumlah isomer pada alakana yang memiliki rumus C5H12 adalah....
5.Ketiga reaksi berikut :

6. Perhatikan reaksi berikut :

Kedua reaksi tersebut secara berurutan adalah reaksi …
7.Dari hasil penyulingan bertingkat minyak bumi:

Fraksi nomor 3 digunakan untuk bahan bakar …
8.Bilangan oktan bensin jenis premium adalah…
9.Zat yang ditambahkan ke dalam bensin untuk menaikkan bilangan oktan adalah…
10. Contoh fraksi minyak bumi yang paling sedikit jumlah atom karbonnya adalah….
sumber : www.soalkimia.com
catatan:
* tugas untuk MIPA 1 dikumpul tanggal : senin 10 agustus 2020
* tugas untuk MIPA 2 dikumpul tanggal : senin 10 agustus 2020
* tugas untuk MIPA 3 dikumpul tanggal : selasa 11 Agustus 2020
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun dari atom unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Plastik seperti LDPE dan HDPE (polietilena) dan PP (polipropilena) terbuat dari etena dan propena yang merupakan hasil olahan gas alam. Senyawa etena dan propena termasuk ke dalam golongan senyawa hidrokarbon.
Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan menjadi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Seluruh ikatan antar atom karbon pada hidrokarbon jenuh merupakan ikatan kovalen tunggal. Pada hidrokarbon tak jenuh, terdapat satu atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan rangkap tiga.
Berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi:
yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

yaitu hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar.

yaitu hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling.

Alkana adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan rumus umum CnH2n+2. Alkana membentuk deret homolog, yaitu kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan sifat bermiripan. Berikut tabel deret homolog alkana dengan rumus molekul, rumus bangun, dan nama dari masing-masing senyawa.

Aturan IUPAC untuk penamaan alkana adalah sebagai berikut.





Alkena adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Rumus umum alkena adalah CnH2n. Aturan IUPAC dalam penamaan alkena hampir sama dengan alkana, namun dengan beberapa modifikasi aturan berikut.


Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Rumus umum alkuna adalah CnH2n−2. Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir seluruhnya sama dengan alkena. Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama yang diturunkan dari alkena dengan jumlah C sama yang memiliki akhiran ena diubah menjadi una. Contoh:

Berikut kegunaan hidrokarbon secara umum dikelompokkan berdasarkan banyak atom C pada rantai hidrokarbon.

Secara spesifik, kegunaan dari hidrokarbon alifatik, antara lain:
Sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkana, haloalkana, alkohol, aldehid, keton, dan polimer. Etena merupakan hormon tumbuhan yang dapat mempercepat matangnya buah, selain itu etena juga merupakan bahan baku dari plastik polietilena. Propena merupakan bahan baku pembuatan plastik polipropilena. 1,3-Butadiena merupakan bahan baku pembuatan karet sintetis polibutadiena. Isoprena (2-metil-1,3-butadiena) juga merupakan bahan baku pembuatan karet poliisoprena.
Senyawa alkuna yang paling penting adalah etuna (asetilena). Asetilena digunakan sebagai bahan bakar dalam pemotongan logam dan penyambungan logam dengan las karbit (oxyacetylene welding). Pembakaran asetilena dengan oksigen dapat menghasilkan panas hingga sekitar 3000°C. Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat melalui reaksi batu karbit (kalsium karbida) dengan air seperti berikut.
Tulislah nama IUPAC dari senyawa berikut.

Jawab:a.

Rantai utama: C7 (heptana)
Cabang: metil (―CH3) pada C-2, C-5, dan C-5’; isopropil (―CH(CH3)2) pada C-4
Nama IUPAC: 4-isopropil-2,5,5-trimetilheptana
b.

Rantai utama: C6 (heksadiena)
Posisi ikatan rangkap: C-1 dan C-4
Cabang: etil (―CH2CH3) pada C-2; propil (―CH2CH2CH3) pada C-3
Nama IUPAC: 2-etil-3-propil-1,4-heksadiena
c.

Rantai utama: C8 (oktuna)
Posisi ikatan rangkap tiga: C-4
Cabang: metil (―CH3) pada C-2 dan C-7; etil (―CH2CH3) pada C-3 dan C-6
Nama IUPAC: 3,6-dietil-2,7-dimetil-4-oktuna
Senyawa Hidrokarbon: Referensi
Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.
Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: Esis
McMurry, John. 2012. Organic Chemistry (8th edition). California: Brooks/Cole
Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Retnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Tro, Nivaldo J. 2015. Chemistry: Structure and Properties. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Artikel: Senyawa Hidrokarbon
Kontributor: Nirwan Susianto, S.Si
Alumni Kimia FMIPA UI
Materi StudioBelajar.com